Off-Grid
Komersial / Bisnis
Off-grid atau stand-alone adalah skema PLTS yang tidak terhubung jaringan PLN sama sekali. Sistem mengandalkan baterai sebagai energy buffer untuk menyimpan produksi siang hari dan melepasnya ke beban pada malam hari atau saat cuaca mendung. Biasanya dilengkapi charge controller terpisah dan inverter off-grid khusus.
Sinonim: Stand-Alone, Stand Alone
Off-grid adalah skema dominan untuk daerah yang belum terjangkau jaringan PLN — komunitas terpencil di Indonesia bagian timur, pulau kecil, atau lokasi tambang dan perkebunan jauh dari titik distribusi listrik. Karena tidak ada grid sebagai cadangan, sistem harus dirancang dengan margin keamanan tinggi: kapasitas panel di atas kebutuhan harian, baterai dengan days of autonomy 1-3 hari, dan biasanya genset diesel sebagai backup of last resort.
Konsekuensi terbesarnya adalah biaya. Komponen baterai sering menyumbang 40-60% total biaya sistem off-grid [docs/data-kalkulator.md], dengan baterai LFP residensial 5-10 kWh berada di kisaran Rp 5,5-7,5 juta per kWh terpasang. Biaya ini belum termasuk replacement baterai pada tahun ke-10 dengan asumsi siklus 6.000 cycle.
Selain itu, inverter off-grid harus berfungsi sebagai voltage source (membentuk tegangan dan frekuensi sendiri) dan menangani lonjakan beban induktif seperti motor pompa air atau kompresor AC — spesifikasi surge rating lebih ketat dibandingkan inverter on-grid.
Contoh Aplikasi PLTS Indonesia
Komunitas pulau kecil dengan beban harian 30 kWh memerlukan off-grid berkapasitas ~10 kWp panel, ~20 kWh baterai LFP (autonomy 1 hari, DOD 0,90), inverter off-grid 5 kVA, dan genset backup 5-10 kVA. Total investasi tipikal Rp 18-22 juta per kWp setara — dua kali lipat sistem on-grid karena dominasi komponen baterai dan margin oversizing.
Sumber & Referensi
- Data Kalkulator SolarPlanner.id, BAGIAN 8 (sistem off-grid) dan BAGIAN 1.3 (harga baterai LFP Q1 2025) — SolarPlanner.id (2025)
- IEC 62124, Photovoltaic (PV) stand-alone systems — Design qualification — IEC (latest)
Lihat Juga
On-Grid
On-grid atau grid-tied adalah skema PLTS yang terhubung paralel dengan jaringan PLN dan tidak menggunakan baterai. Inverter menyinkronkan output ke tegangan dan frekuensi PLN; ketika panel memproduksi lebih dari beban, surplus mengalir ke jaringan, dan ketika produksi tidak cukup, beban mengambil dari jaringan.
Hybrid
Hybrid adalah skema PLTS yang mengombinasikan koneksi jaringan PLN dengan baterai penyimpan energi. Inverter hybrid mengelola tiga aliran sekaligus: panel ke beban, panel ke baterai, dan grid ke baterai (atau baterai ke grid). Skema ini memberikan ketersediaan listrik saat PLN padam sekaligus optimasi self-consumption.
BOS
(Balance of System)BOS atau Balance of System adalah seluruh komponen PLTS di luar panel surya itu sendiri: inverter, mounting structure, kabel DC dan AC, proteksi listrik, combiner box, kWh meter ekspor-impor, dan jasa instalasi. Pada sistem on-grid residensial Indonesia, BOS biasanya menyumbang 25-40% total biaya sistem.