Memuat halaman…
Hitung hemat tagihan, kapasitas optimal, dan payback period solar panel berbasis data tarif PLN Q2 2026 & iradiasi NASA per kota. Pilih kalkulator sesuai lokasi Anda — sudah ada PLN atau area remote tanpa grid.
Jawab 2 pertanyaan singkat di bawah, kami arahkan ke kalkulator yang tepat.
Setiap kalkulator dioptimalkan untuk kebutuhan spesifik — bukan satu form generik untuk semua kasus.
Solar panel terhubung jaringan PLN dengan skema net-metering. Cocok untuk rumah, bisnis, atau pabrik di area yang sudah dapat PLN.
Sistem mandiri PV + baterai (± genset hybrid). Cocok untuk villa pulau, BTS telco, perkebunan, eco-resort, atau lokasi tanpa jaringan PLN.
Tidak perlu isi form. Pilih kasus yang mirip kebutuhan Anda, hasil kalkulasi langsung terbuka.
3 starter template paling umum di Indonesia. Klik untuk buka kalkulator dengan asumsi pre-filled, lalu sesuaikan dengan tagihan aktual Anda.
Rumah Jabodetabek R-1/R-2, tagihan ~Rp 1,5jt/bln, konsumsi siang-malam campuran. Profil paling umum.
Ruko / warung / bengkel B-2, tagihan ~Rp 4-6jt/bln. Buka pagi-malam, konsumsi dominan siang. Cash flow focus.
Pabrik B-3 / I-3 TM (≥200 kVA), tagihan ~Rp 30-100jt/bln. Shift mixed, compliance TKDN + Pasal 13 critical.
Tagihan PLN ~Rp 800rb/bulan, atap genteng 50 m².
Tagihan ~Rp 1,5jt/bulan, atap metal 60 m².
Tagihan ~Rp 3jt/bulan, atap beton 80 m².
Tagihan ~Rp 5jt/bulan, atap metal 150 m².
Tagihan ~Rp 100jt/bulan, atap industrial 5.000 m².
Tagihan ~Rp 25jt/bulan, atap metal 800 m².
Genset 3rb L/bulan, peak 15 kW, atap 100 m².
Genset 30rb L/bulan, peak 250 kW, lahan 5.000 m².
Genset 1rb L/bulan, peak 8 kW, lahan 30 m².
Hasil tiap preset bisa kamu sesuaikan dengan parameter aktual lokasi + tagihan kamu setelah halaman terbuka. Estimasi awal cuma untuk memberi gambaran range realistic.
Kalau masih ragu setelah baca tabel ini, lanjut ke kalkulator on-grid dulu — paling umum untuk rumah Indonesia.
| Kriteria | On-Grid (PLTS Atap) | Off-Grid |
|---|---|---|
| Lokasi tipikal | Kota / area dengan PLN stabil | Pulau, kebun, BTS, area remote |
| Punya genset diesel? | Tidak relevan (PLN cukup) | Biasanya ya — yang mau dikurangi/ganti |
| Skema net-metering PLN | Wajib daftar (Permen ESDM 2/2024) | Tidak relevan |
| Pakai baterai? | Opsional (hybrid kecil) | Wajib — komponen kunci |
| Use case dominan | Rumah, ruko, pabrik, gudang ber-PLN | Villa, eco-resort, BTS, perkebunan |
| CapEx awal (rumah/site kecil) | ≈ Rp 35–55 jt (3–5 kWp) | ≈ Rp 80–250 jt (PV + battery) |
| Biaya per kWp / per kWh | ≈ Rp 12,5 jt/kWp all-in | ≈ Rp 6,5 jt/kWh battery + PV |
| Payback period rata-rata | 6–9 tahun (residensial) | 2–7 tahun (vs diesel) |
| Komponen utama | Panel, inverter on-grid, mounting, kabel | Panel, inverter hybrid, baterai LFP, MPPT, ± genset |
| Sertifikasi yang dibutuhkan | SLO + pendaftaran SPJBTL PLN | SLO (disarankan) + sertifikat instalatir |
Jawaban ringkas berbasis data PLN aktual & studi pasar Indonesia 2024–2025.
Untuk rumah dengan tagihan PLN Rp 1–2 juta/bulan, kapasitas yang umum adalah 3–5 kWp. Berdasarkan harga pasar Q1 2025 (≈ Rp 12,5 juta/kWp all-in, excl. PPN), total CapEx-nya sekitar Rp 35–55 juta — sudah termasuk panel mono PERC, inverter on-grid, mounting, kabel, instalasi EPC, dan SLO. Range realistis pasar: Rp 11–15 juta/kWp tergantung merek panel, brand inverter, dan tingkat kerumitan atap.
Payback period PLTS bervariasi tergantung skema. PLTS atap on-grid untuk rumah biasanya balik modal 6–9 tahun, sementara PLTS atap industri/komersial bisa 5–7 tahun karena tarif PLN bisnis lebih mahal. PLTS off-grid yang menggantikan genset diesel justru paling cepat — 2–7 tahun di area dengan harga BBM tinggi (Rp 11.000–18.000/L), karena ongkos operasional genset diesel jauh lebih mahal dari PLN. Hitung angka tepat untuk kasus Anda di kalkulator on-grid atau off-grid kami.
PLTS on-grid (PLTS atap) terhubung ke jaringan PLN dan memakai skema net-metering — kelebihan listrik panel siang hari diekspor ke PLN, malam hari Anda tetap pakai listrik PLN. Cocok untuk rumah/bisnis di kota yang sudah dapat PLN. PLTS off-grid sepenuhnya berdiri sendiri: pakai baterai untuk simpan energi malam, tidak terhubung PLN sama sekali. Cocok untuk villa pulau, BTS telco, perkebunan, kebun, atau lokasi yang belum/tidak dapat PLN. Off-grid butuh CapEx lebih besar karena baterai, tapi menggantikan genset diesel sehingga penghematan operasionalnya lebih tinggi.
Untuk PLTS atap on-grid: ya, Anda perlu daftar ke PLN sesuai Permen ESDM 2/2024. Pendaftaran SPJBTL/Amandemen dan survey PLN gratis (Rp 0). Yang berbayar hanya Sertifikat Laik Operasi (SLO) dari Lembaga Inspeksi Teknik — Rp 600 ribu–1,5 juta untuk residensial <25 kVA. Untuk PLTS off-grid: tidak perlu izin PLN sama sekali karena memang tidak terhubung jaringan PLN, tapi tetap disarankan urus SLO untuk keamanan dan asuransi.
Hasil kalkulator bersifat estimasi awal berdasarkan asumsi rata-rata Indonesia: PSH (Peak Sun Hours) dari NASA POWER, Performance Ratio 0,80, tarif PLN Q2 2026, dan harga komponen pasar Q4 2024–Q1 2025. Akurasi sekitar ±15% dari angka aktual. Faktor yang bisa menggeser hasil: orientasi atap, shading dari pohon/gedung, kualitas instalasi, dan perubahan tarif PLN/regulasi. Untuk perhitungan presisi, lakukan site survey dengan EPC bersertifikat AESI/LSPMK.
Bisa. Panel surya tetap menghasilkan listrik saat mendung — meski outputnya turun 10–25% dari kondisi cerah. Kalkulator kami sudah memakai data iradiasi rata-rata tahunan dari NASA POWER yang memperhitungkan musim hujan & kemarau, jadi estimasi hemat per tahun realistis untuk iklim tropis Indonesia. Daerah seperti Bali, NTB, NTT justru produksinya tertinggi (PSH ~5,2–5,8 jam/hari). Daerah hujan tinggi (Bogor, Manado) tetap viable di PSH ~4,2–4,7.
Kami punya direktori kontraktor terkurasi di /kontraktor — semua kontraktor di sana wajib memiliki sertifikasi DJK/BNSP dan pengalaman SLO PLN aktif. Setelah dapat estimasi dari kalkulator (on-grid atau off-grid), Anda bisa langsung filter kontraktor per kota dan kapasitas pengalaman, lalu kontak langsung tanpa fee perantara.
PLTS hybrid = on-grid + battery backup — tetap terhubung PLN, punya baterai untuk pakai solar di malam hari dan ride-through saat PLN padam. Kalkulator on-grid kami sudah support mode Hybrid: aktifkan toggle 'Tambah baterai' di Step 4 lalu set kapasitas battery (kWh). Acuan harga Q2 2026 (sumber: EPC publik Indonesia + FOB China benchmark): battery LFP rack-mount Rp 2,85 juta/kWh (revisi dari estimasi lama Rp 6,5jt yang out-of-date) + hybrid inverter premium ~Rp 2,5 juta/kWp di atas grid-tie inverter biasa. Total all-in residential hybrid ~Rp 20-26 juta/kWp vs pure on-grid ~Rp 13,5 juta/kWp. Untuk skenario tanpa PLN sama sekali (villa pulau, mining remote), pakai kalkulator off-grid.
Masih bingung? Coba langsung — kalkulator on-grid atau kalkulator off-grid hanya butuh 60 detik.
Tidak perlu daftar, tidak perlu kasih nomor HP. Cukup data dasar tagihan PLN atau konsumsi BBM diesel Anda.