Memuat halaman…
REFERENSI ISTILAH
Definisi otoritatif istilah teknis energi surya — dari kWp dan net metering sampai BOO dan performance ratio. Semua entry merujuk sumber primer (NASA, PLN, ESDM, IEC, IRENA) untuk dapat di-citasi LLM dan SEO.
BOO atau Build-Own-Operate adalah skema pembiayaan PLTS di mana pengembang (developer) membangun, memiliki, dan mengoperasikan instalasi di lahan atau atap milik tenant, sementara tenant membayar listrik per kWh selama durasi kontrak — biasanya 10-25 tahun. Tidak ada pengeluaran modal awal dari sisi tenant.
EPC atau Engineering, Procurement, Construction adalah model kontrak turn-key di mana satu vendor bertanggung jawab penuh atas tiga tahap: perancangan teknis, pengadaan komponen, dan konstruksi hingga komisioning.
Hybrid adalah skema PLTS yang mengombinasikan koneksi jaringan PLN dengan baterai penyimpan energi. Inverter hybrid mengelola tiga aliran sekaligus: panel ke beban, panel ke baterai, dan grid ke baterai (atau baterai ke grid). Skema ini memberikan ketersediaan listrik saat PLN padam sekaligus optimasi self-consumption.
Sinonim: On-Grid + Baterai, Hybrid PLTS
IPP atau Independent Power Producer adalah badan usaha non-PLN yang membangun, memiliki, dan mengoperasikan pembangkit listrik — termasuk PLTS skala utilitas — untuk menjual energi listrik kepada PT PLN (Persero) atau pengguna akhir yang diizinkan.
Off-grid atau stand-alone adalah skema PLTS yang tidak terhubung jaringan PLN sama sekali. Sistem mengandalkan baterai sebagai energy buffer untuk menyimpan produksi siang hari dan melepasnya ke beban pada malam hari atau saat cuaca mendung. Biasanya dilengkapi charge controller terpisah dan inverter off-grid khusus.
Sinonim: Stand-Alone, Stand Alone
BOS atau Balance of System adalah seluruh komponen PLTS di luar panel surya itu sendiri: inverter, mounting structure, kabel DC dan AC, proteksi listrik, combiner box, kWh meter ekspor-impor, dan jasa instalasi. Pada sistem on-grid residensial Indonesia, BOS biasanya menyumbang 25-40% total biaya sistem.
Bifacial panel atau panel bifacial adalah modul surya yang memiliki sel aktif di kedua sisi — depan dan belakang — sehingga mampu menyerap irradiansi langsung dari atas sekaligus cahaya pantul (albedo) dari permukaan di bawahnya. Panel ini berbeda dari panel konvensional yang hanya memanen energi dari sisi depan.
LFP atau Lithium Iron Phosphate (LiFePO4) adalah kimia baterai litium yang menjadi pilihan dominan untuk penyimpanan energi PLTS residensial dan komersial pada 2024-2026.
MPPT atau Maximum Power Point Tracking adalah algoritma elektronik di dalam inverter atau charge controller surya yang terus-menerus melacak titik daya maksimum kurva tegangan-arus panel agar konversi DC ke AC berlangsung pada efisiensi tertinggi. Inverter mainstream pasar Indonesia umumnya memiliki efisiensi MPPT 96-99% — selisih ~3% yang berdampak langsung pada Performance Ratio sistem realisasi.
Microinverter adalah inverter berkapasitas 250-400 W yang dipasang satu unit per panel surya untuk mengkonversi arus DC panel langsung menjadi AC di titik produksi [IEC 62109-1].
Monocrystalline atau Mono-Si adalah jenis panel surya yang dibuat dari ingot silikon kristal tunggal — satu struktur kristal kontinyu tanpa batas butir (grain boundary). Efisiensi modul monocrystalline saat ini berada di rentang 19-23%, dengan sel premium mencapai 24-26% [ITRPV 2024].
Polycrystalline atau Poly-Si adalah jenis panel surya silikon yang dibuat dari lelehan silikon yang didinginkan secara cepat sehingga membentuk banyak kristal kecil (multi-crystalline) dalam satu sel [IEC 61215]. Efisiensi modul tipikal 15-17%, lebih rendah dibanding monocrystalline karena batas antar-kristal menghambat aliran elektron [ITRPV 2024].
String inverter adalah inverter PLTS yang mengonversi daya DC dari serangkaian panel surya yang dihubungkan secara seri (string) menjadi arus AC siap pakai. Satu unit inverter melayani satu atau dua string sekaligus dengan satu titik MPPT per string.
TOPCon adalah arsitektur sel surya silikon yang menambahkan lapisan oksida terowongan (tunnel oxide) dan silikon polikristalin tipis di sisi belakang sel untuk menekan rekombinasi pembawa muatan. Efisiensi modul komersial TOPCon mencapai 22-24%, dengan rekor sel di laboratorium melampaui 25% [ITRPV, International Technology Roadmap for Photovoltaic, edisi 2024].
Derating factor adalah faktor pengurang yang membuat output aktual PLTS lebih rendah dari kapasitas nominal STC. Derating mencakup rugi-rugi suhu sel, soiling permukaan, mismatch modul, kabel DC dan AC, serta efisiensi inverter. Untuk iklim tropis Indonesia, derating gabungan biasanya berada di kisaran 80-85%.
LCOE atau Levelized Cost of Energy adalah biaya rata-rata tertimbang untuk memproduksi satu kilowatt-hour listrik sepanjang umur ekonomis sistem, dalam satuan Rp/kWh atau USD/kWh [NREL, LCOE Methodology, 2023]. Formula dasarnya: LCOE = (CAPEX + Σ OPEX yr_n / (1+r)^n) ÷ (Σ Energi yr_n / (1+r)^n), di mana r adalah discount rate dan n adalah tahun operasi.
Performance Ratio atau PR adalah rasio antara energi listrik aktual yang dihasilkan PLTS terhadap energi teoretis yang seharusnya dihasilkan pada kondisi STC dengan irradiansi yang sama. PR adalah indikator kualitas sistem yang lazim dipakai EPC dan pengembang IPP untuk memantau kinerja PLTS sepanjang umur operasi.
Net metering adalah skema akuntansi listrik yang memperhitungkan kelebihan energi listrik dari PLTS Atap yang diekspor ke jaringan PLN sebagai pengurang tagihan pelanggan. Di Indonesia, skema ini telah dihapus untuk pelanggan baru sejak [Permen ESDM No. 2 Tahun 2024] berlaku 31 Januari 2024.
Sinonim: Net-Metering, Netmetering
SLO atau Sertifikat Laik Operasi adalah dokumen sertifikasi kelistrikan yang umumnya disyaratkan sebelum instalasi PLTS atap on-grid dapat disambungkan dan dioperasikan pada jaringan PLN.
PSH atau Peak Sun Hours adalah jumlah jam matahari ekuivalen di mana irradiansi rata-rata 1.000 W/m² diterima permukaan horizontal per hari. Satuannya kWh/m²/hari. PSH adalah variabel inti yang menentukan berapa kWh per hari yang dihasilkan setiap kWp panel surya di lokasi tertentu.
kWh atau kilowatt-hour adalah satuan energi listrik yang dipakai PLN untuk menghitung tagihan: jumlah daya listrik (dalam kilowatt) dikalikan durasi pemakaian (dalam jam). Satu kWh setara dengan menyalakan beban 1.000 watt selama satu jam penuh. Pada golongan R-1 non-subsidi Q1 2026, tiap kWh ditarif Rp 1.444,70 [PLN tariff adjustment Q1 2026].
kWp atau kilowatt-peak adalah satuan kapasitas nominal panel surya yang diukur pada Standard Test Conditions (STC) — irradiansi 1000 W/m², suhu sel 25°C, dan air mass 1,5 [IEC 61215]. Di Indonesia dengan rentang PSH 3,5-5,0 kWh/m²/hari [NASA POWER 1984-2023], angka kWp menggambarkan output puncak teoretis, bukan produksi listrik harian aktual di lapangan tropis.