Memuat halaman…
Tentang SolarPlanner.id
SolarPlanner.id berdiri di sisi pembeli — bukan installer, bukan marketplace lead-gen agresif. Kalkulator publik, direktori terkurasi, artikel ter-citasi.
Chapter 01 · Asal-Usul
Calon pemasang PLTS di Indonesia berhadapan dengan ekosistem yang installer-led — semua jalur masuk informasi dimiliki vendor yang juga jual produk. Akibatnya: angka payback yang dipasarkan optimis, asumsi kalkulator tidak transparan, dan komparasi antar vendor jadi friksi tinggi.
SolarPlanner.id berdiri sebagai planning hub independen — kami tidak memasang panel, tidak menjual produk hardware, dan tidak ambil pihak kontraktor manapun di kurasi direktori. Yang kami lakukan: kalkulator dengan formula publik + data NASA POWER 40 tahun + tarif PLN ter-sync quarterly + direktori kontraktor yang di-verifikasi oleh tim kami sendiri.
Bukan installer. Bukan marketplace. Tempat netral yang kasih Anda angka konkret untuk negosiasi informed dengan kontraktor.
Chapter 02 · Misi
Independensi user-facing experience adalah konstrain hard kami. Tidak ada pitch agresif, tidak ada paid placement obvious, tidak ada penjualan data user.
Tapi kami juga tidak berpura-pura tidak punya model bisnis. Platform ini punya cost — server, kurasi, data licensing, content writing. Solusi kami: transparan soal sumber pendapatan, bukan klaim “0% komisi” yang menyembunyikan model real. Lihat section “Model Bisnis” di bawah untuk detail lengkap.
6 Prinsip Operasional
Enam prinsip yang dipakai semua produk + konten + decision di SolarPlanner.id. Bisa di-quote, di-audit, di-challenge.
Setiap angka di kalkulator + setiap klaim di artikel + setiap definisi di glosarium punya sumber primer yang ter-link. Pembaca bisa verify sendiri.
Estimasi PLTS punya ketidakpastian — kami publish rentang (mis. payback 7–10 tahun, kapasitas 3–6 kWp) bukan angka tunggal yang terlihat presisi padahal asumsi-laden.
Model bisnis kami melibatkan kontraktor subscription, lead-gen fee, BOO referral, dan sponsored content. Semua di-disclose terbuka — ranking direktori tidak terpengaruh pembayaran.
Formula kalkulator publik di /metodologi. Lisensi CC-BY-4.0. Bukan hanya hasil yang kami tampilkan, tapi cara perhitungan dapat di-reproduce siapa saja.
Asumsi default mengikuti angka konservatif (Performance Ratio 0.80 IEA PVPS Task 13, degradasi 0.5%/tahun). Lebih baik over-deliver vs over-promise.
Glosarium untuk istilah teknis. Microcopy menghindari jargon vendor. Pembaca rumah tangga maupun industri sama-sama bisa pahami tanpa pelatihan khusus.
Model Bisnis · Konflik Kepentingan Di-Disclose
Kami percaya transparency stronger daripada false “0% commission” claim. Berikut empat sumber pendapatan SolarPlanner.id beserta disclosure-nya:
Kontraktor membayar biaya berlangganan flat untuk eligibility tampil di direktori SolarPlanner.id.
Disclosure: Subscription TIDAK mempengaruhi ranking — placement merit-based (portfolio + SLO + review user).
Komisi per qualified lead yang SolarPlanner rujuk ke kontraktor (B2B-side, tidak dibebankan ke user).
Disclosure: User TIDAK bayar referral fee. Lead-gen fee transparent di kontraktor-side ToS.
Untuk skema Build-Own-Operate (industri segment), SolarPlanner.id menerima referral fee dari kontraktor BOO yang user pilih.
Disclosure: BOO referral hanya berlaku saat user pilih skema BOO eksplisit + kontraktor sukses sign kontrak.
Artikel/case study yang disponsori partner industri/EPC. Selalu di-label “Sponsored” visual jelas.
Disclosure: Sponsored content TIDAK boleh contradicting facts/data di kalkulator atau glosarium netral.
Independen by user-facing experience: User tidak terkena hard-sell, paid placement obvious, atau pitch agresif. Internal revenue B2B-side ada tapi tidak compromise experience neutrality.
Future evolution: Spec detail tier pricing, lead-gen rate, BOO referral percent, sponsored content rate card akan di-publish ke Syarat & Ketentuan section “Revenue Model & Conflict of Interest” setelah model bisnis fully production-ready.
Selami Lebih Jauh
Versi ringkas methodology untuk pemahaman cepat, dan disclosure penuh untuk audit transparency framework.
Ringkasan 1-halaman: 3 sumber data primer + formula inti kWh = kWp × PSH × PR × 365 + kerangka validasi PVGIS ±10%.
Identitas pengelola interim → PT, 4 revenue stream pricing explicit, 5 data sources ter-citasi, COI policy, kontak transparansi.
Tools publik, formula terbuka, sumber primer ter-citasi.