Bifacial Panel (Panel Bifacial)
Komponen Hardware
Bifacial panel atau panel bifacial adalah modul surya yang memiliki sel aktif di kedua sisi — depan dan belakang — sehingga mampu menyerap irradiansi langsung dari atas sekaligus cahaya pantul (albedo) dari permukaan di bawahnya. Panel ini berbeda dari panel konvensional yang hanya memanen energi dari sisi depan.
Sebagian besar modul TOPCon yang dipasarkan 2024-2026 menggunakan desain bifacial [ITRPV 2024].
Pada panel bifacial, sisi belakang dilindungi kaca transparan atau backsheet transparan — bukan backsheet putih opak seperti modul monofacial konvensional. Sel aktif di bagian belakang menangkap cahaya yang dipantulkan dari atap, tanah, atau permukaan lain di bawah panel; kontribusi ini disebut bifacial gain.
Besarnya bifacial gain sangat bergantung pada nilai albedo permukaan di bawah modul. Pada rooftop komersial atau atap pabrik dengan beton ekspos (albedo ~0,20-0,30), estimasi bifacial gain di iklim tropis Indonesia berkisar 3-8% dari produksi modul monofacial ekuivalen. Pada instalasi ground-mount dengan permukaan berpantul tinggi — misalnya gravel putih atau geomembran (albedo ~0,40-0,60) — rentang gain dapat mencapai 10-15% [ITRPV 2024; IRENA, Utility-Scale Solar, 2023].
Catatan konteks tropis: Instalasi Indonesia menggunakan tilt rendah (5-10°) karena lintang mendekati ekuator. Tilt rendah mengurangi paparan irradiansi belakang terhadap pantulan tanah, sehingga menekan bifacial gain ke batas bawah rentang. Albedo permukaan tipikal Indonesia — beton ekspos 0,20-0,30; aspal 0,10-0,15; atap metal 0,25-0,35 — konsisten dengan literatur yang menempatkan gain rooftop di 3-8% untuk albedo 0,20-0,30 [multi-source, lihat Sumber]. Studi lapangan Bandung 2025 (Universitas Widyatama, tilt 8°, n=3 permukaan) menunjukkan perbedaan output 10,8% antara permukaan aspal vs cat putih — mengkonfirmasi sensitivitas albedo di kondisi tropis lokal, meski tanpa baseline monofacial eksplisit [Barokah et al., R.E.M. Journal 2025, DOI:10.21070/r.e.m.v10i2.1758]. Tidak ditemukan studi ITB/UGM/BRIN/IESR yang mempublikasikan bifacial gain % terverifikasi vs baseline monofacial untuk kondisi Indonesia per Mei 2026.
Efisiensi modul bifacial TOPCon mainstream saat ini berada di kisaran 21-23% (sisi depan, kondisi STC) [datasheet vendor mainstream JA Solar, LONGi, Canadian Solar 2024-2026], dengan efisiensi sel melebihi 25%.
Contoh Aplikasi PLTS Indonesia
Untuk atap gudang logistik Surabaya seluas 500 m² dengan permukaan beton (albedo ~0,25) dan PSH lokal 5,1 kWh/m²/hari [NASA POWER 1984-2023], sistem bifacial 100 kWp dapat menghasilkan tambahan produksi 3-5% dibanding modul monofacial setara — setara penghematan sekitar 3.000-5.000 kWh per tahun. Selisih ini perlu dibandingkan dengan selisih harga modul bifacial vs monofacial sebelum memutuskan spesifikasi.
Sumber & Referensi
- International Technology Roadmap for Photovoltaic (ITRPV), 15th Edition, 2024 — tren bifacial market share dan gain tipikal (2024)
- IRENA, Utility-Scale Solar, 2023 — estimasi bifacial gain ground-mount (2023)
- Datasheet modul bifacial mainstream: JA Solar JAM72D40, LONGi Hi-MO 9, Canadian Solar BiHiKu7 (series 2024-2026) — efisiensi STC sisi depan (2024-2026)
- NASA POWER LARC, Surface Meteorology and Solar Energy, climatology 1984-2023 (1984-2023)
Lihat Juga
TOPCon
(Tunnel Oxide Passivated Contact)TOPCon adalah arsitektur sel surya silikon yang menambahkan lapisan oksida terowongan (tunnel oxide) dan silikon polikristalin tipis di sisi belakang sel untuk menekan rekombinasi pembawa muatan. Efisiensi modul komersial TOPCon mencapai 22-24%, dengan rekor sel di laboratorium melampaui 25% [ITRPV, International Technology Roadmap for Photovoltaic, edisi 2024].
PSH
(Peak Sun Hours)PSH atau Peak Sun Hours adalah jumlah jam matahari ekuivalen di mana irradiansi rata-rata 1.000 W/m² diterima permukaan horizontal per hari. Satuannya kWh/m²/hari. PSH adalah variabel inti yang menentukan berapa kWh per hari yang dihasilkan setiap kWp panel surya di lokasi tertentu.
Performance Ratio
(PR)Performance Ratio atau PR adalah rasio antara energi listrik aktual yang dihasilkan PLTS terhadap energi teoretis yang seharusnya dihasilkan pada kondisi STC dengan irradiansi yang sama. PR adalah indikator kualitas sistem yang lazim dipakai EPC dan pengembang IPP untuk memantau kinerja PLTS sepanjang umur operasi.