Peak Sun Hours — PSH
Energi & Listrik
PSH atau Peak Sun Hours adalah jumlah jam matahari ekuivalen di mana irradiansi rata-rata 1.000 W/m² diterima permukaan horizontal per hari. Satuannya kWh/m²/hari. PSH adalah variabel inti yang menentukan berapa kWh per hari yang dihasilkan setiap kWp panel surya di lokasi tertentu.
Secara teknis, PSH menerjemahkan irradiansi total harian menjadi jam-jam ekuivalen pada kondisi STC. Bila satu lokasi menerima total irradiansi 4,8 kWh/m² dalam sehari, lokasi itu dikatakan punya PSH 4,8 jam — angka yang langsung dipakai mengalikan kapasitas terpasang untuk memperkirakan produksi listrik kotor sebelum derating.
Indonesia secara umum berada di rentang PSH 3,5-5,0 kWh/m²/hari dengan rerata sekitar 4,4 [NASA POWER 1984-2023], menempatkan Tanah Air di kategori solar resource menengah-tinggi. Variasi regional cukup signifikan: Jakarta dan Bandung berada di 4,8, Surabaya di 4,9, sedangkan Kupang dan sebagian NTT melampaui 5,5 karena tutupan awan rendah dan tingkat kekeringan tinggi.
Aset SolarPlanner mencakup 121 koordinat NASA POWER (38 provinsi + 83 kota) dengan climatology 40 tahun, sehingga estimasi produksi per lokasi dapat dilakukan tanpa interpolasi kasar.
Contoh Aplikasi PLTS Indonesia
PLTS 5 kWp di Jakarta (PSH 4,8 kWh/m²/hari [NASA POWER 1984-2023]) dengan performance ratio 0,80 menghasilkan estimasi: 5 × 4,8 × 0,80 = 19,2 kWh per hari atau ~7.000 kWh per tahun. Sistem identik di Kupang (PSH ~5,7) menghasilkan ~22,8 kWh/hari — perbedaan ~19% murni karena solar resource lokasi.
Sumber & Referensi
- Surface meteorology and Solar Energy data set (parameter ALLSKY_SFC_SW_DWN) — NASA POWER LARC (1984-2023)
- Indonesia Solar Resource Mapping — World Bank ESMAP (2017)
- Metodologi kalkulator SolarPlanner.id (placeholder — aktivasi pasca methodology sprint LUMEN) — SolarPlanner.id (2026)
Lihat Juga
kWp
(Kilowatt-Peak)kWp atau kilowatt-peak adalah satuan kapasitas nominal panel surya yang diukur pada Standard Test Conditions (STC) — irradiansi 1000 W/m², suhu sel 25°C, dan air mass 1,5 [IEC 61215]. Di Indonesia dengan rentang PSH 3,5-5,0 kWh/m²/hari [NASA POWER 1984-2023], angka kWp menggambarkan output puncak teoretis, bukan produksi listrik harian aktual di lapangan tropis.
Performance Ratio
(PR)Performance Ratio atau PR adalah rasio antara energi listrik aktual yang dihasilkan PLTS terhadap energi teoretis yang seharusnya dihasilkan pada kondisi STC dengan irradiansi yang sama. PR adalah indikator kualitas sistem yang lazim dipakai EPC dan pengembang IPP untuk memantau kinerja PLTS sepanjang umur operasi.
Derating Factor
Derating factor adalah faktor pengurang yang membuat output aktual PLTS lebih rendah dari kapasitas nominal STC. Derating mencakup rugi-rugi suhu sel, soiling permukaan, mismatch modul, kabel DC dan AC, serta efisiensi inverter. Untuk iklim tropis Indonesia, derating gabungan biasanya berada di kisaran 80-85%.